"Lakukan apa yang bsa kamu lakuakan hari ini jangan tunggu hari esok. Sebab janganlah kamu kwatir akan hari esok sebab hari Esok mempunyai kesusahaannya sendiri"

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 05 Februari 2011

Kecewa dan Marah


Aku  mulai ragu ketika ada yang lain yang akan mendekat padaku. Aku kecewa dan marah ketika aku mengetahui Frans membohongiku dimalam itu. Malam yang penuh dengan keramain,  canda tawa  anak lajang dimalam itu. Betapa bodohnya aku hingga aku tak  mampu lagi membendung rasa amarahku pada Frans. Disaat aku menghubunginya dengan  rasa cemburu yang yang bergejolak disanubari tertanam didalam perasaan ketika aku  melihatnya bersama perempuan lain yang diikutinya dari belakang.” Ra dimana Frans?”  itu Tanya seorang teman lelakinya padaku. Hingga aku menjawab “maaf aku  tidak tau dimana dia” hubungi saja ke Hp nya dia   itu jawabku, tapi tunggu sebentar  yah aku akan hubungi dia dulu, dengan seriusnyaaku  mencari nama Yaaaaq/1 di Hp milikku.tuuuuuuutttttttttttt,,,,,ttttuuuuuttt,tttttuuutt,,,ttuuuttt terdengar dengan  pertanda panggilan tersambung lama dijawab hingga akhirnya terdengar suara dan tertawa yang bisa ditebak senang penuh canda tawa.
Saat itu Frans menjawab telponku dengan suasana terkekeh  sambil berucap “ Ada apa ?”. sungguh aku terkejut kenapa dia bertanya seperti itu padaku. Apa aku salah mengetahui keberadaannya itulah pertanyaan yang membelenggu perasaan kecewaku . Aku  mencoba untuk tetap tenang tapi tak mampu oleh situasi seperti itu lalu aku jawab” ngomongnya kok seperti itu? Lagi-lagi  ada jawaban atas pertanyaan aku”. Emosiku semakin memuncak saat pertanyaanku dihiraukan oleh dia hingga akhirnya aku berkata” Cepatlah itu aku ada penting sama dirimu” jawabnya ia sebentar lagi. Dengan rasa kecewa aku memutuskan pembicaraan padanya.
Detik, menit pun berlalu begitu saja batang hidung seorang Frans tak kunjung Nampak oleh mata sayu  dan rasa kecewa yang menanti kedatangannya. Hingga kuputuskan  untuk menghubunginya kembali nada yang sama terdengar oleh telingaku. Lama untuk dijawab  terdengar suara pertanda pangilan dari aku terjawab dengan  tertawa yang sama ketika aku menelpon dia sebelum panggilanku yang kedua untuknya. Semakin kecewa atas sikapnya padaku. Aku mengawalinya dengan pertanyaan “abng dimana? Ko lama kali datangnya?” dia menjawab sambil terkerkeh Iya,,iya ada apa,aku jawab dengan” cepatlah itu aku maw ngapus photo yang tadi” itu pintaku padanya. Dengan jawaban yang singkat dia bilang” iya ntr lagi aku antar”. Panggilan terputus olehku. Perasaanku semakin kecewa ketika pembicaraan itu Frans tidak ada sapaan dengan kata “Ade atau Sayang”. Dianggap apa aku sama dia, itu yang terlintas di otakku.
Hal yang sama terjadi lagi tak kunjung datang. KECEWA  kembali meliputiku disaat hal itu terulang tuk keduakalinya. Selalu dan selalu seperti itu tak pernah ada perubahan.
Kuputuskan  menghubunginya kembali utuk terakhir kalinya dan mencoba untuk berbesar hati dan mengerti dia walau aku tau aku kecewa dengan sikapnya yang seperti itu. Mungkin cara menyayangi atau penyampain rasa  sayang aku padanya tak sesuai dengan apa yang dia mau dari aku.
            Ttuuutttt,,,,tttuuuuutt,,,,,ttttuuuutt kembali nada itu menyemarakkan keheningan dimalam itu. Sapaan pertama dengan kalimat “Hallo, Iya de sebentar lagi”katanya. Dengan keceriaan dan pengertian aku bertanya tentang keberadaannya,dia menjawab” iya de aku lagi ditempat ade aku ( sembari tertawa kecil ) nanti aku kabari ade itu pintanya padaku”, kembali aku bertanya  kenapa” kok gak dari tadi bilangnya, ya sudahlah. Telpon terputus kembali.
             Kecewa dan marah dua kata untuknya saat itu. Malam disaat aku akan mengakhiri kegiatan dan akan istrahat sejenak aku berpikir dan bertanya pada diriku sendiri” Kenapa dia seperti itu?” Apa yang membuat dia seperti itu, mungkinkah ini salahku atas sikap diriku yang tak bisa seperti yang dia mau?”. Lama mata ini terpejam oleh rasa cemburu yang menghantui perasaanku. Selirik doa kupanjatkan atas apa yang aku jalani  dan berharap semuanya baik aku akhiri dengan kata “AMIN”
            Malampun berlalu hingga esok harinya tiba. Frans kembali menghubungi aku dan  berusaha untuk menyakinkan perasaanku atas rasa kecewa dan marahku padanya. Aku belum bisa menerima alasan yang Frans berikan  padaku saat itu. Alasan yang  benar-benar membuatku naik darah atas sikapnya. Dia bilang ada yang lucu ketika mereka lagi cerita dan disaat itu pula aku menghubungi dirinya itulah sebabnya dia terkekeh saat menelponku. Kututurkan rasa kesalku padanya saat kejadian itu,bagaimana mungkin  tertawa dengan  suasana hening waktu aku telpon, itu tanyaku padanya. Dia menjawab dengan seribu macam alasan untuk meyakinkanku agar aku tak lagi kecewa dan marah padannya. Berusaha mencari setiap sela agar tak larut dalam emosiku.
            Tiba-tiba aku mengatakan padanya” Apa susahnya bilang kalau dirimu itu lagi tempat saudarmu?” kalau aku sudah dapatkan jawaban seperti itu mungkin aku tidak akan menelpon atau menghubungi dirimu berkali-kali. Aku sadar aku takkan mungkin melarang kamu  bergaul dengan siapapun termasuk perempuan lain karena itu adalah hakmu.  Tapi satu hal yang harusdi ingat aku butuh kejujuran dari dirimu itu kataku padanya.Terdiam dan yang ada adalah kata maaf darinya. Terlanjur kecewa hingga berat tuk terima maaf darinya.
            Selang beberapa hari kutenangkan perasaanku, kucoba tuk terima maaf dan kekurangan yang ada pada dirinya. Dan berpesan untuk tak lagi seperti itu.


Catatan :
“ Katakana apa yang sebenarnya terjadi  dengan jujur apa adanya itu akan membuat pasangan kamu untuk tetap mengerti kamu. Jangan pernah mencoba untuk membuat pasangan kamu kecewa dengan kebohongan yang mungkin menurut kamu benar pada saat itu karena berbohong kepada pasangan kita sama saja kita melukai perasaan dan kepercayaannya pada kita , jika suatu saat kebohongan yang kita lakukan terkuak kembali sulit rasanya untuk memulai dari titik awal permulaanya untuk percaya kembali kepada orang yang melakukan kebohongan dengan kita dan mungkin sekali,dua kali masih kita maklumi tapi tidak untuk ketiga kalinya.”

“Disaat Kamu melakukan sesuatu  yang tidak diiingin  oleh pasangan kamu sendiri, disaat itu pula kamu memberikan peluang kepada pasangan kamu untuk melakukan segala sesuatu yang tidak kamu inginkan”

“ Usahakan disetip pembicaraan itu ada Kata sayang, Karena itu akan membuat  hati pasangan kita sedikit terobati dari apa yang kita lakukan”.

0 komentar:

Posting Komentar